Urip Iku Mung Wang Sinawang

by - July 28, 2017

Kalian pernah denger gak pepatah jawa bunyinya "Urip iku mung wang sinawang, mula aja mung nyawang sing kesawang." yang kira-kira artinya "Hidup itu hanya tentang melihat dan dilihat, jadi jangan hanya melihat dari apa yang terlihat"

Kadang kita memang terlalu cepat menyimpulkan sesuatu, juga terlalu cepat iri. Selalu melihat rumput di halaman tetangga lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri. Padahal apa yang terlihat belum tentu seindah yang kita kira. Contoh kecil, beberapa waktu lalu saya baru saja dipindah tugaskan ke ibu kota setelah sebelumnya hampir tiga tahun mengabdi di salah satu kota kecil di pulau Sumatra. Yang saya rasakan? Senang? Pasti.. karena mendapat kesempatan untuk belajar hal-hal baru lagi di kantor baru. Tapi juga sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang sangat baik di sana, berpisah dengan zona nyaman saya. Tapi Qadarullah, saya tetap harus pindah dan memulai kehidupan yang baru di Jakarta. 

Kalau orang lain melihatnya pasti ada saja yang berpikir bahwa "Enak yaa di Jakarta, mau apa-apa gampang.", "Enak yaa di Jakarta, blablablabla... *entah apa-apa saja yang membuat enak disebutkan". Tapi taukah teman-teman apa yang sebenarnya saya rasakan? Ternyata pindah ke Jakarta gak seenak itu kok. Beberapa minggu setelah pindah saya sempat tertekan, entah karena macetnya Jakarta, pekerjaan di kantor yang belum saya kuasai atau rasa kehilangan sosok teman-teman yang sebelumnya selalu ada ketika saya di tempat lama. Jakarta ramai tapi hatiku sepi kalau kata Maudy Ayunda, hahaha. Ya, pindah kemanapun pasti ada plus minusnya kan ya? Untuk itu saya mencoba berdamai dengan diri saya, dengan keadaan. Mencoba untuk menjalani dan menikmati susah senangnya tinggal di Jakarta dan belajar untuk menahan diri agar tidak berkomentar tentang takdir yang dijalani orang lain. Mau bahagia dengan penuh sukacita atau bersedih dan menjadi semakin terpuruk dengan keadaan itu menjadi pilihan kita kok pada akhirnya. 

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]

You May Also Like

0 comments