Hadirnya Seseorang

by - November 08, 2016

"Allah tidak pernah bermain dadu, bahkan dengan siapa kita bertemu."

Setiap orang yang datang dan pergi dalam kehidupan kita, pasti Allah punya maksud dan tujuan daripadanya. DijadikanNya anugrah ataukah pelajaran kehidupan. Sedih atau senang hati karena kehadirannya sebenarnya kita sendiri yang tentukan. Hanya saja, lebih sering kita terbawa perasaan. Ketika tak sesuai harapan, maka kita akan menyalahkan perasaan. Padahal mengijinkannya untuk bermain-main dengan perasaan adalah pilihan kita.

Dulu ibu pernah berpesan padaku, "Kalau mencintai orang itu sewajarnya saja. Jangan 100%. Jangan kau pasrahkan seluruh hatimu padanya." , dan dulu aku masih saja ngeyel, "Mana bisa kita mencintai seseorang tapi tidak 100%? Bukan cinta dong itu namanya?". Tapi kini aku bisa memahami maknanya. Bahwa yang berhak menerima cinta 100% dari kita hanya Dia saja. Seperti dikatakan Imam Syafi'i "Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya."

Jika sudah terlanjur terluka maka waktu akan menjadi obat paling ampuh untuk menghapuskan kenangan-kenangannya. Namun sekarang, jika dia datang lagi, kau sendiri yang tentukan. Mengijinkannya masuk atau membiarkannya tetap di luar. Karena semua keputusan ada padamu, pada segumpal daging yang kau namakan : HATI.

You May Also Like

0 comments