Ramadhan Sebentar Lagi! #NulisRandom2015

by - June 03, 2015

Masuk hari ke-3, dan mulai bingung mau menulis apa. Capek badan, capek pikiran. Tapi jadi semangat lagi karena pepatah-yang saya lupa pernah saya dengar dari siapa-, kurang lebih begini, " Beruntunglah jika kamu disibukkan dalam kebaikan. Jika tidak, kamu sedang disibukkan dalam keburukan. Atau minimal dalam kesia-siaan." Insyaallah termasuk orang yang beruntung dan karena sudah menjadi komitmen dari awal kalau setiap hari harus menulis di bulan Juni ini, jadi yaaa harus sedikit dipaksa. Hahaha

Alhamdulillah, sebentar lagi kita sampai di bulan yang penuh berkah, bulan Ramadhan. Sudah sampai mana persiapannya? Ngomong-ngomong soal persiapan Ramadhan, dan mumpung bulan Sya'ban-nya masih setengah bulan lagi ayo kita persiapkan Ramadhan ini sebaik mungkin. Buat lagi targetnya, perbanyak puasa dan sholat sunnah-nya, sedekahnya, ngajinya, cari ilmu banyak-banyak karena syarat diterimanya amal ibadah manusia itu selain ikhlas karena Allah SWT juga sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. *bukannya sok tau atau sotoy nih yaaa.. tapi saling mengingatkan dalam kebaikan kan gak ada salahnya. Insyaallah dapet bonus pahala. Aamiin. Saya juga sedang sama-sama belajar*

Sepanjang hidup, sampai saat ini teman-teman pasti pernah punya Ramadhan yang istimewa, kalaupun belum bisa dibilang sempurna, setidaknya itu adalah Ramadhan terbaik (mungkin). Saya juga punya, dan rasanya ingiiiiinnnnnnnn sekali mengulangnya. 3 tahun lalu, Ramadhan tahun 2012 menjadi Ramadhan terindah yang ingin diulang lagi. Waktu itu mungkin dibarengi dengan "kepepet" harus mengejar target sidang Tugas Akhir, sedangkan program TA saya belum jadi dan saya sudah terlanjur pesimis. Tapi melihat harapan ibu dan ayah sangat besar saat itu, saya mencoba sekuat tenaga untuk tidak mengecewakan mereka. Pagi-siang-malam ikhtiar menyelesaikan program, waktu sholat juga tak pernah tidak menangis apalagi ketika terbayang wajah ayah dan ibu, sholat khusu', intinya memberikan semua yang terbaik untuk Allah, untuk orang tua. Menurut saya saat itu, kalau kita sudah memberikan yang terbaik, Allah pasti memberi jalan keluar. Dan jadikan sabar dan sholat sebagai penolong. 

Banyak orang yang semakin mendekat ketika diuji dengan kesempitan, kesukaran. Tapi sedikit yang ingat bahwa sesungguhnya kelapangan dan kemudahan juga merupakan ujian. Ujian untuk tetap bersyukur dan tetap dekat. Dengan kelapangan kita saat ini, semoga tidak membuat kita lalai dan tetap mempersiapkan Ramadhan sebaik mungkin. Karena kita tidak pernah tau, mungkin ini akan menjadi Ramadhan terakhir untukku, untukmu atau untuk kita.


-@ pojok kamar, sambil menanti hujan-

You May Also Like

1 comments

  1. tulisanmu bagus sekali sist ,,apalagi tentang yg menikah ,,
    keren deh hehe
    sukses yah

    ReplyDelete