Mengambil Hikmah

by - October 21, 2012

Setiap orang pasti pernah merasa gagal, terpuruk dan merasa berada pada titik paling kritis dalam kehidupannya. Ya, saya sendiri juga pernah mengalaminya baru-baru ini. Apalagi penyebabnya kalau bukan si dua huruf yang selama ini sudah menjadi beban lahir batin saya. haha lebay

Selama 22 tahun saya hidup, dan seingat saya, baru kali itu saja saya merasa benar2 merasa berada pada titik paling bawah dalam kehidupan saya. Beban yang dirasa sungguh luar biasa, terutama beban kepada kedua orang tua untuk segera menyelesaikan kewajiban menjadi seorang mahasiswa. Merasa sudah mentok  dan pesimis untuk tetap maju dan memperjuangkannya sampai akhir. Hingga ada seorang teman yang menasihati saya untuk tetap berjuang. Apapun hasilnya nanti, itu bukan lagi kuasa kita. Tugas kita hanya berusaha sekuat tenaga dan berdoa agar Dia memberikan yang terbaik, selebihnya itu tugas Allah untuk menetapkan hasilnya.

Dan sungguh hikmah itu begitu indah. Kadang kita menemukannya saat kita merasa benar-benar terpuruk, saat kita benar2 jatuh. Bagai bunga yang baru saja merekah, atau bagai indahnya pelangi yang muncul sesaat setelah hujan badai melanda. Dan hikmah itu hadir untuk memberikan kita pelajaran. Pelajaran yang indah, pelajaran yang mungkin tidak akan kita temui di bangku kuliah. Tapi Allah yang mengajarkannya, dengan memberikan sebuah hikmah yang indah..

Jangan sekali-kali berburuk sangka pada Allah. Karena Allah itu sesuai perasangka hamba-Nya.. Yakinlah terus pada janji Allah, husnuzhonlah pada-Nya. Janganlah berprasangka kecuali yang baik pada Allah. Dan jangan putus asa dari rahmat Allah serta teruslah berdoa serta memohon pada-Nya. Biarlah kita tetap terus menuliskan semua rencana kita dengan pensil, tapi jangan lupa untuk memberikan penghapusnya pada Allah.. Biarlah Allah menghapus semua bagian yang salah dan menggantinya dengan rencanaNya yang indah  dan lebih baik untuk kita..

Dan hikmah itu membuat saya semakin tersadar. Ketika saya terlalu banyak meratapi keadaan dan merasa menjadi orang paling malang sedunia, saya telah kehilangan banyak waktu. Ya, waktu saya habis untuk memikirkan sesuatu yang buruk dan belum pasti akan terjadi pada saya.  Dan mungkin seperti manusia pada umumnya, ada perasaan dan keinginan untuk langsung mau enaknya saja tanpa harus melalui proses sulitnya. Tapi yang perlu kembali disadari adalah segala kesuksesan itu datang karena kita benar2 berjuang. Dan mungkin itulah yang membedakan orang sukses dan gagal. Karena jauh sebelum kesuksesan itu datang kita harus merasakan sakitnya terjatuh dan pedihnya tertinggal terlebih dahulu.

Ketika kita terpuruk, cobalah untuk bangkit secepat mungkin sambil  tetap memasrahkan semua padaNya. Allah yang telah membawa kita pada titik itu,  dan tugas kita tinggal mempercayakan pada-Nya bahwa kita bisa melalui semua ujian-Nya. Teruntuk teman2 yang sedang berjuang untuk dua hurufnya, yang mungkin sedang merasakan hal yang sama dengan cerita ini, yang sedang terseok-seok memperjuangkan semuanya demi orang2 terkasih di rumah, percayalah bahwa Allah pasti memberikan jalan keluar. Mungkin untuk mencapai itu keringat kita masih kurang satu tetes lagi, air mata yang kita keluarkan juga kurang sedikit lagi. Teruslah berjuang dan bangkitlah dengan segera karena jika kita berhenti dan menyerah, maka habislah sudah.. :)

www.fatinhambahina.blogspot.com


"Allah, ingatkanlah kami untuk tidak mengeluh,  untuk tidak menyerah,  untuk tidak meratapi kesalahan..  Karena kami percaya pada janji-Mu bahwa bersama kesulitan Kau berikan kemudahan. Bersama hadirnya ujian, Kau pasti akan meberikan sepaket dengan solusinya. Terimakasih Ya Allah untuk selalu mengingatkan kami  atas-Mu, untuk selalu memberikan hikmah2 yang indah.. "

You May Also Like

0 comments