Yang Merasa Takut di Semester Akhir

by - January 25, 2012

Sudah dua minggu lebih saya berada di rumah. Harusnya kalau untuk sekedar liburan itu sudah cukup. Tapi ya namanya di rumah pasti waktu lama pun rasanya selalu ga cukup. Maunya terus2an di rumah. Tapi sebagai anak rantau yang memang sejak awal sudah memutuskan untuk menimba ilmu di kota sebrang, konsekuensinya saya harus segera kembali ke rutinitas kuliah setelah liburan selesai. Berat, selalu moment2 itu jadi moment yang berat buat saya. Tapi selama hampir empat tahun ini, inilah moment terberat saya untuk kembali ke rutinitas saya di kampus. Saya pernah merasakan perasaan seberat ini ketika pertama kali memutuskan untuk sekolah di luar kota. Sedih rasanya harus meninggalkan ibu dan keluarga di rumah. Antara perasaan yakin dan ga yakin, "Sanggup ga ya aku hidup sendiri tanpa mereka?". 

Tapi mungkin yang sekarang lebih berat rasanya karena harapan saya dan orang tua bahwa ini akan menjadi semester terakhir saya. Atau gampangnya, pulang liburan semester depan saya harus bisa menambahkan gelar S.T di belakang nama saya. 

Belom juga berperang, tapi saya udah galau, risau, takut gundah, gulana, atau apalagilah itu istilahnya untuk mengekspresikan perasaan kalut saya. Saya takut kembali ke Bandung. Saya takut saya akan mengecewakan mereka. Saya takut Tugas Akhir saya. Tapi, beberapa sahabat menyadarkan saya bahwa semuanya memang harus dijalani. Darimana kita tahu kita akan berhasil atau tidak kalau belum mencoba. Sempat saya bertanya pada teman saya, "Kira2 sanggup ga ya aku dapet gelar sarjana di semester ini?" | terus dia jawab, " Bukan sanggup atau enggak, tapi kita HARUS BISA LULUS semester ini!". Motivasinya singkat, sederhana, tapi ngena. :')

Saya jadi ingat, dulu saya sering mengeluhkan pada ibu bahwa kuliah saya ini bukan saya banget. Tapi ibu selalu meyakinkan bahwa saya mampu, dan jalani saja dulu dengan sebaik2nya.. Tahun demi tahun saya jalani, dan sampai sekarang saya masih bisa survive and i'm still alive. "Itu buktinya kamu mampu", kata ibu saya. Ya, mungkin memang saya yang terlalu takut untuk bercinTA dengan TA. Ibu juga mengatakan bahwa ini harus dihadapi, dan kita ga bisa selamanya menghindar..



Yah, sekarang saya putuskan bahwa SAYA HARUS BISA! SAYA PASTI BISA! Dan SAYA PASTI SIAP menjalani semua dengan sebaik2nya. Semangat ini harus tetap dijaga dan semoga saya tetap bisa istiqamah menjalaninya. :)

Buat teman2 yang juga merasakan kegalauan dan kekalutan seperti saya, semoga Allah senantiasa memudahkan dan melancarkan langkah kita. Jangan takut, karena kita punya DIA yang akan selalu siap 24 jam sehari, 7 hari seminggu buat kita.. Tetap semangat dan sekali lagi doa saya, semoga kita bisa wisuda bareng2 Juli 2012 ini ya Allah.. aminnn.. :)


You May Also Like

2 comments